Saturday, July 30, 2016

National Security Council Bill 2015


National Security Council Bill 2015 

On Thursday, December 3, 2015, The National Security Council Bill 2015 was passed in Parliament after a marathon six-hour proceeding.

The bill was passed quickly, taking two days to gain the majority vote, with 107 in favour and 74 against the bill.

Among the contents of the bill are:

Clause 18 (1): PM has full discretion to decide where 'security area' is

Clause 18 (3) and (4): Initial declaration of ‘security area’ lasts for 6 months but may be renewed by PM indefinitely

Clause 22–30: security forces can arrest without warrant; stop and search; enter and search premise; take possession of any land, building or movable property.

Clause 37: All NSC’s affairs are done is absolute secrecy

Clause 38: No action or lawsuit can be brought against the NSC

Unlike the Internal Security Act 1960 which requires the discretion of the Yang di-Pertuan Agong, the NSC bill is under the direct authority of the Prime Minister.

Further, while the Prime Minister has to seek advice from the 8-man security council, he can choose to ignore the advice. The Malaysian Bar called the bill a "lurch towards an authoritarian government".

Thursday, July 21, 2016

NO HOLDS BARRED

Raja Petra Kamarudin

A number of people have contacted me to ask whether I am going to respond to the latest excitement regarding the US Department of Justice press conference yesterday. Actually, my wife and I are currently in Poland and in a short while we will be traveling by road to Austria, a journey that will take almost the whole day. 
Anyway, just to satisfy some of you and to avoid being accused of refusing to talk about the issue, I will post my views on the matter but maybe not in my normal 3-4 page cheong hei manner (because I need to leave soon for Austria).
First of all, I have seen such excitement before, which in the end fizzled out and died a silent death. Take the so-called ‘court case’ in France as one example. It was supposed to have a been an open trial involving Altantuya Shaariibbu’s murder.
I was so excited that I made a trip to Paris to attend the trial and was joined there by the Editor of Free Malaysia Today. What we found out instead is that we were misinformed by Suaram. It was not actually a trial in an open court but merely a closed investigation in the judge’s chambers. So that means it was not open to public or even a trial in the first place.
And we further found out that it was not about Altantuya’s murder but about whether any French nationals or entities were involved in corruption involving the sale of two submarines to Malaysia. And the investigation was based on Suaram’s complaint who claimed they had locus standi to lodge the complaint, and which later proved false.
That was a huge anti-climax and after so many years there is still no word about this so-called trial regarding a murder.
This latest US episode sounds like it is similar to what we have been led to believe about a trial in France. And after viewing the video of yesterday’s press conference, it appears like the US Department of Justice was talking about suspicions rather than facts that have been proven. In response to the questions they said investigations are still ongoing and some of the facts cannot be confirmed yet.
Is this US excitement going to end up like that French excitement of a few years ago? Even the complainant in that French episode has closed down and no longer exists. After all these years no one is telling us anything about that so-called trial in a French court that did not exist.
So before I get all excited and rush to Washington, like I did to Paris a few years ago, let us see where all this is going. 
The US Department of Justice is taking action based on complaints lodged by the ANC (Anti-Najib Campaign). I remember doing the same thing 16 years ago back in 2000 (that time the Free Anwar Campaign or FAC). I went to Washington and paid a US lobby firm to bring Anwar Ibrahim’s ‘political detention’ based on ‘fabricated charges’ and ‘false evidence of sodomy’ to the attention of the US government.
The way it is done in the US, which I have done myself in the past, is that you pay a US firm a large sum of money and they will work the corridors of power to get your case heard. At the end nothing much may happen (like in the Anwar case I brought to them in 2000) but you can make sure that they make a lot of noise (which was what we did in 2000).
I really do not know who Prime Minister Najib Tun Razak has working for him in the US (Anwar had me in 2000). But whoever it is Najib should sack him or her immediately and appoint someone else who knows his or her job. If Najib appointed me and gave me a budget of a few hundred million I would know what to do. I did this before for Anwar and it did not even come to RM1 million.
Of course, Malaysians who do not know how things work in the US would go all googoo-gaga and would get excited. But those of us who know how it works would rather stay cool and drive from Poland to Austria with their wife, like what I am going to do in an hour from now.
Anyway, we talk more once I arri

Friday, July 15, 2016

Rakyat Turki Yang Bertuah!

Telah lama Presiden ke-12 Turki Recep Tayyip Erdogan dipandang sebelah mata. Untuk mengetahui sebahagian yang dilakukan Erdogan, ianya dikatakan seperti berikut:

1. Produk Domestik Nasional Turki telah meningkat. Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar.

2. Turkish Airline meraih anugerah diantara penerbangan yang baik.

3. Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universiti baru, 189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan banyak kelas baru yang modern.

4. Ketika krisis ekonomi menimpa Eropah dan Amerika, universiti-universiti Eropah dan Amerika menaikkan yuran kuliah. Sedangkan Erdogan membebaskan seluruh biaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadi tanggungan negara.

5. Pendapatan per kapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3,500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11,000 dollar per tahun dan Erdogan berjaya menaikkan nilai tukaran mata wang Turki.

6. Di Turki, negara sedang mengupayakan dengan bersungguh-sungguh membiayai ribuan ilmuwan bagi melakukan penelitian ilmiah untuk menuju kemajuan.

7. Di antara keberhasilan politik terbesar Turki adalah keberhasilan Erdogan mendamaikan dua bahagian Cyprus yang bertikai, menghentikan pertumpahan darah, dan berbaik kepada Armenia, sehingga menyelesaikan permasalahan yang sudah lama.

8. Gaji dan upah meningkat mencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 38% menjadi 2%.

9. Di Turki, gaji guru menyamai gaji doktor.

10. Di Turki telah dibangun laboratorium IT dan pangkalan data moden yang melatih pemuda-pemuda Turki.

11. Erdogan pernah duduk berhadapan dengan seorang kanak-kanak perempuan yang usianya masih 12 tahun, tampil dalam siaran langsung televisyen, berdebat dan berdiskusi tentang pembangunan Turki masa depan. Beliau menghormati kecerdasan dan semangat anak tersebut. Sekaligus beliau didik anak-anak Turki keteladanan dalam berdebat dan berdiskusi serta membaca masa depan.

12. Erdogan memberikan tamparan keras kepada Israel, dan beliau memaksa Israel meminta maaf kerana kapal Marmara yang ditembak Israel. Dan Turki memberikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut.

13. Erdogan berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Shimon Perez dalam pertemuan ekonomi dunia, dan beliau berkata sebelum keluar dari ruangan dan pulang ke Turki: “Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…”

14. Erdogan menolak anak gadisnya membuka hijab saat sekolah. Maka beliau kirim anaknya sekolah di Eropah agar tetap berhijab, sebelum hijab dibolehkan di kampus-kampus Turki.

15. Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Burma dan bertemu dengan kaum Muslimin di sana dari kawasan Myanmar yang dapat bencana.

16. Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang selama hampir 90 tahun, dihilangkan pemerintah 

17. Erdogan menetapkan kebebasan berhijab di kampus-kampus Turki dan di parlimen.

18. Erdogan lah pemimpin muslim yang membuat lampu di jambatan gantung terbesar di dunia iaitu di pantai Laut Hitam dengan penerangan yang sangat besar bertuliskan “Bismillahirrahmanirrahim”

19. Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Uthmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri

20. Lebih 10 ribu kanak-kanak muslim yang berumur 7 tahun dengan penuh bangga akan memulai kewajiban solat berjemaah dan menghafal Al Quran.

Dan banyak lagi, masya Allah.

Semoga pemimpin negara kami dapat meniru tindakan positif dan baik yang telah dilakukan oleh Erdogan. 

Amin. 

Friday, July 08, 2016

Budaya Yang Hilang! Hukum atau hukuman?

Segala puji bagi pencipta sekelian alam,
Selawat dan salam ke atas junjungan.

Banyak benda kita dah tak bersependapat. Banyak benda kita tak setuju walau dah di putuskan oleh jemaah yang lebih ramai. Kita keluar dari jemaah kerana kita sudah hilang pertimbangan. Hanya kerana kita tak percaya pada sistem atau kita sudah terpengaruh dengan ideologi / fahaman moden yang kononnya mengikut perubahan zaman. 

Lebih 35 tahun lalu, saya di besarkan dengan alunan lagu / sifat ber tarannum, berzanji, marhaban & dikir. Antara aktiviti malam di rumah kenduri / merewang sambil bermain daun terup atau mendengar bacaan ayat suci Al Quran & dikir Pak Ku Syahdat. Antara yang saya suka lagu dikir Vespa Haji Samad. ( Boleh cuba cari di You Tube ). 

Dahulu, jika ada kenduri, sebuah pondok / menara pelantar khas di bina untuk kumpulan mengaji / dikir di kampung saya. Mereka hias & letak pembesar suara. 

Manakala orang macam saya akan berada di khemah masak sambil bermain daun terup. Main Jerami / Empat Ratus. Saya selesa berada dalam kumpulan 'penanggah' atau 'bentara'. Ada juga kumpulan 'hadrah / kompang'. Mereka akan bersilat menyambut pengantin. 

Budaya ini hilang kerana Agama! Mungkin kerana orang dulu-dulu menggunakan perantara lagu dikir  sebagai latihan 'bersuara atau berlagu'. Orang hari ini mempunyai keedah yang lebih baik untuk mempelajari kaedah bertarannum dan bertajwid. Mungkin kerana kejahilan dan kurangnya ilmu pada diri, saya juga dah lama lupakan segala hal yang berkaitan. 

Apabila sedar akan perkara ini, sudah sangat terlambat! Orang nak mengajar mengaji muqaddam pun dah payah jumpa! Dulu di pisahkan pembelajaran agama & akedemik. Kita wujudkan sekolah agama. Kita paksa anak-anak kita sekolah dari awal pagi hingga lewat petang untuk ilmu. Hari cuti mingguan kita hantar pula mereka ke kelas tambahan. Kita sendiri pula dah tak bercampur masyarakat kerana menguruskan hal anak-anak dan ahli keluarga. 

Sebenarnya kita nak kejar apa? 

Friday, July 01, 2016

Kerana Mulut! ( Edisi II )

Saya mula tak bercampur dengan orang atau bermasyarakat sejak saya bekerja di sini ( saya masih dalam tahanan )! 

Saya tidak lagi peduli apa cakap orang, saya tidak lagi peduli apa masalah orang lain. Saya dah lali dengan cakap-cakap orang, saya dah rasa menyesal tolong orang. Saya sesal segalanya tentang 'orang & masyarakat'! 

Yang saya tak pernah tulis, saya di buang kerja ketika DS Anwar Ibrahim di pecat! Tapi kalau orang bertanya, saya hanya jawab akibat krisis ekonomi & matawang. 

Hinggalah saya dapat kerja di 'ehem ehem' ni. Mungkin doa mak saya! Dapat kerja 'sapu sampah' pun tak apa, asalkan kerja kerajaan. Nak jadi polis atau tentera, mak memang 'haramkan' terus! Jadi saya rahsiakan beberapa tahun sehingga mak tahu saya kerja sebagai 'ehem ehem'! 

Sampai di telinga mak, saya kerja 'makan rasuah' di Kuala Lumpur! Bayangkan perasaan seorang mak bila dengar orang cakap begitu! Tapi akhirnya mak diam apabila saya tunjukkan surat tawaran ke universiti. Saya cakap hanya sementara, sebelum saya dapat kerja lain. 

Sebaik sahaja dapat kerja di 'ehem ehem' ni saya rasa bosan la pula. Saya buat keputusan sambung belajar. Saya pilih Sarjana Muda Undang2. Tapi entah kenapa, pihak UITM tawarkan Pengaturcaraan Komputer. Sebelum tu pernah di tawarkan Art & Design, tapi saya menolak, tukar ambil Fotografi. Saya transfer kredit di Pentadbiran Awam untuk sambung Sarjana Muda, tapi sekarang saya di fahamkan dah tak boleh transfer kredit dah. 

Kononnya nak jadi Pegawai Tadbir Diplomatik! Tapi di tolak atas alasan tidak 'kacak & hensem'! Tapi yang bagusnya, saya dapat semula tawaran untuk Sarjana Muda Undang2 dan tawaran pinjaman / biasiswa Datuk Bandar Kuala Lumpur. Tapi tahun saya ambil tu, biasiswa dah di 'hapuskan'atas sebab-sebab orang sebelum 'salah guna' biasiswa. 

Saya mohon maaf, saya sangat menyesal! Ketika saya mula berkhidmat hingga lah sekarang. 

Cuba tuan-tuan & puan-puan ingat, pernah tak nampak saya hadir mana-mana kenduri kahwin, ziarah kematian, atau hadir jemputan majlis cukur jambul atau sebagainya? Pernah jumpa saya? Tak pernah kan? 

Kononnya nak mengejar ilmu, kononnya nak mengejar pangkat, akhirnya saya hilang 'kawan & saudara'! Saya hilang waktu bersama keluarga, saya hilang segalanya. Saya habiskan masa hujung minggu & kelas malam untuk pengajian luar kampus & pengajian jarak jauh. 

Benarlah kata surah Al Asr 'Demi Masa.. ' tu, sebenarnya saya sesal dengan masa lalu, niat saya tak betul agaknya, ilmu yang di tuntut entah kemana, pangkat pun tak berguna. Tak berkat agaknya! 

Akhirnya, tetap menjadi buah mulut orang juga! Orang mengata sampai hari ni, orang mengeji sampai hari ini. Saya cuba fikir apa salah saya, yang saya nampak, saya tak pandai mengampu orang, saya tak pandai nak bodek orang, saya tak pandai puji orang. Susah hidup kalau bermuka-muka dan harap ehsan orang. Mungkin saya lupa bab ini, rezeki yang Allah bagi adalah melalui 'orang-orang pilihan' ini. 

Dah terasa hidup seperti buangan.. 

Wasallam.. 

Kerana Mulut! ( Orang Perempuan )

Segala pujian bagi pencipta alam.
Selawat dan salam ke atas junjungan. 

Kawan saya berhenti kerja dari Majlis Perbandaran kerana di 'tegur' oleh isterinya. Umurnya baru 50 tahun. Alasan atau sebab dia berhenti tu buat saya rasa tak percaya. Boleh kata kami rapat di kampung. Dia tua beberapa tahun dari saya. 

Kami kerap bersama, sejak wujud Kelab Belia MAYC, Ketua Pemuda / Ketua Cawangan UMNO, Persatuan Sepaktakraw Negeri Perak, Pasukan Bolasepak / Takraw Majlis Perbandaran. Tak silap saya ketika dia berhenti kerja, dia adalah Setiausaha Bahagian & Setiausaha BN di Bukit Gantang & Taiping. Dari sudut pandangan politik, memang sangat cerah masa depannya. 

Ketika kes MB Nizar & Tan Sri Muhyidin berebut microphone di Taman Kaya Taiping tu, kawan saya ni la yang jadi Pengerusi Majlis & Imam malam tu. 

Dalam fikiran saya, dia takut isteri barangkali, tapi isterinya tidak bekerja. Saya kenal isterinya juga. Sejak mereka berkahwin lagi. Tak mungkin dia kena loteri atau jumpa duit di mana-mana yang dia tak ceritakan pada saya. 

Lama juga saya cuba cungkil rahsia. Akhirnya dia bercerita tanpa dipaksa. Lama saya fikir akan kebenarannya. Setelah meneliti beberapa fakta, saya percaya. Seperti tajuk, kawan saya berhenti kerja kerajaan hanya kerana 'mulut seorang perempuan'! 

Kisahnya lebih kurang begini. Setelah dapat menantu, selang setahun dapat la cucu. Oleh kerana anak & menantunya kerja luar daerah, cucu mereka bela. Jadi, setiap kali waktu rehat tengahari, kawan saya balik rumah untuk bermain dengan cucunya. Setelah beberapa bulan, isterinya menegur. 

".. Apa hukumnya makan gaji setiap bulan kalau waktu rehat asyik berada di rumah? Apa pandangan orang jika tahu abang kerap balik rumah dan masuk lewat ke pejabat? Abang tu mengajar orang tentang agama, apa itu hukum halal & haram.. " 

Dia mengaku, dia akan balik jam 12 lebih dan masuk pejabat semula sebelum jam 3 petang. Oleh kerana kedua-dua kawan saya ini berlatar belakangkan 'orang ada didikan agama', malah dia turut mengajar di beberapa surau & masjid. Menerima jemputan dari luar dan berstatus 'Ustaz'!  

Walaupun tidak selalu & tidak berlaku setiap hari, kawan saya telah menghantar surat berhenti kerja. Setelah setahun menunggu, akhirnya di luluskan. Dia dengan bangga bercerita pada saya bahawa dia tidak lagi berkhidmat dengan Majlis Perbandaran. Semua jawatan politik, kelab & persatuan juga semua di lepaskan begitu sahaja. 

Di tegur isteri sampai berhenti kerja? Nak makan apa kalau tak ada gaji? 

Dia sebut lagi, dia berhenti kerja kerana 'Mulut Seorang Perempuan!' 

Jazakallah Khairan..